"وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ
تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ
تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik
bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(Al-Baqarah: 216)Shalat Istikharah adalah Shalat yang dilakukan untuk mencari kebenaran / kebaikan dari dua urusan. Shalat istikharah dianjurkan melaksanakannya untuk segala urusan bersifat mubah seperti MENIKAH, perdagangan, pilahan tempat study, perjalanan (safar) dsb. Shalat istikharah umumnya dilaksanakan pada sepertiga malam, namun pada dasarnya shalat istikharah dapat dilaksanakan pada waktu kapanpun jika pelaksanaan shalat istikharah sudah dihadapkan dengan urusan yang sudah mendesak.
Adapun urusan yang bersifat wajib, bukan menjadi domain shalat istikharah karena ketentuan kewajiban sudah jelas dan bukan pilihan. Demikian pula urusan yang diharamkan tidak diperkenankan melaksanakan shalat istikharah, karena terhalang oleh hukum syariat.
Tata Cara Shalat Istikharah :
1- Niat Solat Istikharah :Usholli Sunnatal Istikhoroti Rak'ataini Lillahi Ta'ala:
"“Aku Niat Shalat Sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala"
2-Rakaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah membaca surah al-Kafirun. Dan rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas. Lalu salam dan membaca doa shalat istikharah.
3. Doa shalat istikharah :

“Ya Allah hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini (Sebutkan masalahnya)........baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas anugrah-Mu.”
Semoga dengan melaksanakan shalat istikharah dapat memantapkan keyakinan hati dalam menetapkan sebuah urusan. dan alangkah indahnya jika shalat istikharah kita dilanjutkan dengan melakukan Sujud Syukur.
DOA MENDAPATKAN JODOH
Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku, Izin aku menjauhinya demi
kesuciannya. menjaganya selalu dengan doa, untuk tak melihatnya dengan rasa
nafsu belaka.
Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku. semoga dia adalah wanita Soleha.
Berbakti kepada ayah bundanya. selalu menangis karenamu Ya Robb. dan pandai
menjaga diri dengan do’a-do’a..
❥ Jodoh akan datang ketika ALLAH melihat kita sudah siap menerimanya..
❥ Dan bukan karena kita meng INGIN kannya..
❥ Oleh itu tetaplah SENANTIASA berbaik sangka pada-NYA..
❥ YAKINLAH jodoh kita pasti ada, meskipun tidak untuk saat ini..
❥ YAKINLAH jodoh kita pasti ada, meskipun tidak untuk saat ini..
❥ Namun PERCAYAlah rencana-NYA yang TERBAIK dan TERINDAH untuk
hamba-hamba-NYA
❥
So, tak usah GALAU, tingkatkan IKHTIAR dan senantiasa bermunajat pada-NYA..
❥
Semoga ALLAH berkenan MENDEKATKAN jodoh Bagi kita dengan seorang yang baik
akhlaqnya SHOLEH/SHOLEHAH, baik untuk agama,dunia,dan akhirat..Aamiin
Dalil Tentang Sholat Istikharah
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، كَمَا
يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ القُرْآنِ، يَقُولُ: " إِذَا هَمَّ
أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ
الفَرِيضَةِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ
وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ،
فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ
عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ
خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ
عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ
بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي
فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ
أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ
لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي " قَالَ: «وَيُسَمِّي
حَاجَتَهُ» (رواه البخاري [1162، 6382، 7390] وغيره).
Dari Jabir bin Abdillah RA, ia
berkata: Rasulullah SAW mengajarkan istikharah kepada kami dalam segala
urusan, semuanya, sebagaimana beliau mengajarkan sebuah surat dari
Al-Qur’an, beliau bersabda: “Jika salah seorang diantara kamu mempunyai
keinginan terhadap sesuatu, hendaklah ia melakukan shalat dua rakaat
yang bukan fardhu, kemudian membaca doa: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku
memohon yang terbaik kepada-Mu dengan wasilah ilmu-Mu dan memohon takdir
kepada-Mu dengan wasilah qudrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian
dari karunia-Mu yang agung, sebab Engkau memiliki qudrat (kemampuan)
sedangkan aku tidak memilikinya, dan Engkau mengetahui sedangkan aku
tidak mengetahui, dan Engkau adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala
yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini –
dipersilahkan menyebutkan urusan dan hajatnya- adalah yang terbaik
untukku dalam agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku’ – atau ia
berkata: ‘urusanku sekarang dan kemudian’ –‘ maka takdirkanlah untukku
dan mudahkanlah untukku, kemudian, berikanlah keberkahan kepadaku dalam
urusan itu, dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini – dipersilahkan
menyebutkan urusan dan hajatnya – adalah buruk untukku dalam agamaku,
kehidupanku dan kesudahan urusanku’ – atau ia berkata: ‘urusanku
sekarang dan kemudian’ – ‘maka palingkan ia dariku dan palingkan diriku
darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun ia berada,
kemudian, jadikan diriku ridha kepadanya’”.
(HR Bukhari [1162, 6382 dan 7390) dan juga diriwayatkan oleh yang lainnya.
(HR Bukhari [1162, 6382 dan 7390) dan juga diriwayatkan oleh yang lainnya.
Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda :
من خاب من استخار ولاندم من استشارولاعال من اقتصد . رواه الطبرانى
“Tidak
akan kecewa bagi orang yang melaksanakan shalat istikharah, dan tidak
akan menyesal bagi orang yang suka bermusyawah, tidak akan kekurangan
bagi orang yang suka berhemat” HR ThabraniSelanjutnya menurut riwayat Ibnu Majah:
كان رسول الله صلى الله عليه سلم يعلمنا الإ ستخارة فى الأموركلها كما يعلمناالسورةمن القران
“Sesungguhnya
Rasulullah mengajarkan kita shalat istikharah dalam segala perkara,
sebagaimana Beliau mengajarkan kita surah dari Al-Qur’an”Sumber
https://sites.google.com/site/ilmudisiber/tazkirah/solat-istikharah-untuk-mencari-jodoh
http://al-badar.net/cara-niat-dan-doa-shalat-istikharah/




0 komentar:
Posting Komentar