Jumat, 11 Januari 2013

FENOMENA SHALAT JUMAT DI AKHIR ZAMAN :Sebuah otokritik atas ritualitas yang tak lagi seperti sunnah Rasul "mungkin"

Hadirin Jamaah Jum’at Yang Berbahagia
Hari jumat merupakan hari yang sangat mulia dan agung bagi Islam. Sehingga hari jumat disebut juga dengan sayyidul Ayyam.  Jika kaum Yahudi dan Nasrani mampu menjadikan hari besar mereka yaitu Sabtu dan Minggu sebagai hari libur dan hari besar mereka. Seyogyanya kita umat Islam menjadikan hari Jum’at sebagai hari kebanggaan dan hari libur umat Islam dari berbagai kesibukan duniawi. Sebab dengan menjadikan hari Jum’at sebagai hari libur dari urusan-urusan dunia, kita berkesempatan mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah dan pahala tersebut untuk bekal/tiket kita kelak menuju akhirat.
Bila pada enam hari yang lalu kita ternyata lebih banyak berkonsentrasi pada urusan duniawi, maka pada hari yang paling mulia ini, yaitu mulai dari terbenamnya sang surya pada hari Kamis hingga terbenamnya matahari pada hari Jum’at, kita harus lebih menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan ukhrowi.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Berbahagia
Begitu pentingnya shalat Jumat dalam Islam, sampai-sampai Allah SWT mencantumkan dalam al-Quran tentang ke”khusus”an shalat Jumat dalam satu surat khusus dengan nama yang sama, yaitu Surat Al-Jumu’ah (Jum’at). Allah SWT berfirman :
يا أيها الذين امنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون، فإذا قضيت الصلوة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون الجمعة (آية 9(
”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS:62:Al-Jumu’ah: 9).

Kumpulan Khutbah Jum'at

Serial Khutbah Jum'at: Memilih Teman Pergaulan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’ah rahimakumullah.
Marilah kita selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah, karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’ah rahimakumullah.
Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan.
Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman, baik itu di sekolahnya, di tempat kerjanya atau pun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tidak bisa disangkal lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.
Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat, dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.
Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.
Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman:
مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيْسِ السُّوْءِ كَمَثَلِ حَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الكِيْرِ،
فَحَامِلِ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيْكَ أَوْ تُبْتَاعَ مِنْهُ أَوْ تَجِدُ رَائِحَةً طَيِّبَةً
وَنَافِخُ الكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رَائِحَةً خَبِيْثَةً.
“Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Rabu, 02 Januari 2013

Kumpulan Kata Mutiara Hikmah nan Bijak

 “Orang pintar belum tentu otaknya hidup, banyak orang pintar hanya lantaran hafalan. Karena kepintarannya hanya sebatas kepintaran untuk menghafalkan, maka otaknya menjadi mati dan tertutup.” ( KH. Abdullah Ghofur, pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan)

Murid-murid diajari bahwa cara menjawab soal itu kuncinya “3 D”: diketahui, ditanya, dan dijawab. “Kalau ada soal seperti ini, kamu tuliskan saja apa yang diketahui dari soal tersebut. Setelah itu, kamu tulis apa saja yang ditanyakan. Baru kemudian kamu jawab dengan menggunakan rumus-rumus yang sudah kamu hafal, tinggal dipilih saja rumus mana yang cocok.” kira-kira seperti itulah yang dikatakan oleh ibu guru kepada muridnya. (http://ahmadadhim.wordpress.com)

"Tiada kebahagiaan dan kebanggaan kecuali ilmu yang bermanfaat serta keistiqomahan takut (taqwa) pada Allah, karena itulah yang menjadi keuntungan serta kemuliaan dunia-akhirat. (KH. Abdul Baqir Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan).

“Seseorang tidaklah berhasil menuntut ilmu (dengan baik) apabila dia selalu merasa bosan, seakan tidak membutuhkannya. Akan tetapi, seseorang akan berhasil menuntut ilmu jika melakukannya dengan perjuangan dan susah payah, penuh semangat dan hidup prihatin.” (Imam Syafi'e)

لِكُلِّ شَيْءٍ أَسَاسٌ، وَأَسَاسُ الإِسْلاَمِ الخُلْقُ الحَسَنُ.
(
Segala sesuatu memiliki landasan (asas). Sedangkan asas Islam adalah husnul khuluq (akhlaq yang luhur 

ما أفلح في العلم إلا من طلبه في القلة
"Tiada kebahagiaan dalam menuntut ilmu kecuali mereka yang ketika belajar dalam kondisi serba kekurangan"

وعين الرضا عن كل عيب كليلة * كما أن عين السخط تبدى المساويا
"Pandangan simpati menutup segala cela, Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat."

Sultan Hamid II Raja Keraton Kadriah Pontianak Kalimantan Barat: Perancang Lambang Garuda Pancasila Pahlawan yang terlupakan

Sultan Hamid II yang terlahir dengan nama ‘Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun) adalah Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Dalam tubuhnya mengalir darah Arab-Indonesia — walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Ngeri, Cara Kematian Tokoh Sekuler Turki Kamal Attaturk

    Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal.
    Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratulmaut, anehnya beliau takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah krisis, beliau tidak dapat menahan diri daripada menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana), Beliau berteriak kesakitan dalam sakratulmautnya dengan penuh azab di tengah-tengah laut.
    Mayat Attaturk tidak pernah dikebumikan.  Tiada tanah yang layak untuk menjadi kuburnya.
    Begitulah cara Allah memberikan azab untuk para penentangNya di dunia ini

    Inilah makam Mustafa Kemal Ataturk yang hanya dikebumikan dicelah timbunan batu marmer karena jasadnya tidak diterima bumi Allah./ redzuan-ridz

    Sesaat setelah Kemal Attaturk menggantung tiga puluh ulama dan mengawasi gerakan perlawanan dari kubu Muslim, ia katakan, “Ketahuilah, saya dapat membuat negara Turki menjadi negara demokrasi bila saya dapat hidup lima belas tahun lagi. Tetapi jika saya mati sekarang , itu akan memerlukan waktu tiga generasi.”

Dari Kenduri (selamtan tahlilan) Sampai Kembar Mayang Dijelaskan Ustad Abdul Aziz Mantan Pendeta Hindu, Itu Bukan dari Islam

  • Abdul Aziz yang dikenal sebagai mantan orang Hindu sering menjelaskan sejumlah praktek yang berlangsung di kalangan sebagian Muslimin, namun sebenarnya bukan dari Islam. Dari kebiasaan berupa kenduri atau selamatan sampai kembar mayang untuk pengantin, semua itu bukan dari Islam.
  • Tampaknya ada kelompok yang tidak suka, hingga ada rencana –menurut laporan yang dimuat di suatu situs— untuk menghadapinya. Kemudian ketika berdakwah di Kulonprogo Jogjakarta, da’i ini dimintai keterangan di kepolisian setempat.
  • Inilah beritanya, dan di bagian bawah kami kutip isi ceramah Abdul Aziz yang dimuat situs Muhammadiyah Sragen. Selamat menyimak.
 
Copyright 2010 "Banyak Baca Jadi Tau, Jarang Baca Kurang Tau, Tidak Baca Jadi Sok Tau". All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Blogger Templates - PlayStation Vita - Studio Rekaman - Software Rekaman