Hadirin Jamaah Jum’at Yang Berbahagia
Hari jumat merupakan hari yang sangat
mulia dan agung bagi Islam. Sehingga hari jumat disebut juga dengan sayyidul
Ayyam. Jika kaum Yahudi dan Nasrani
mampu menjadikan hari besar mereka yaitu Sabtu dan Minggu sebagai hari libur
dan hari besar mereka. Seyogyanya kita umat Islam menjadikan hari Jum’at
sebagai hari kebanggaan dan hari libur umat Islam dari berbagai kesibukan
duniawi. Sebab dengan menjadikan hari Jum’at sebagai hari libur dari
urusan-urusan dunia, kita berkesempatan mendapatkan pahala yang sangat besar dari
Allah dan pahala tersebut untuk bekal/tiket kita kelak menuju akhirat.
Bila pada enam hari yang lalu kita
ternyata lebih banyak berkonsentrasi pada urusan duniawi, maka pada hari yang
paling mulia ini, yaitu mulai dari terbenamnya sang surya pada hari Kamis
hingga terbenamnya matahari pada hari Jum’at, kita harus lebih menitikberatkan
pada kegiatan-kegiatan ukhrowi.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Berbahagia
Begitu pentingnya shalat Jumat dalam
Islam, sampai-sampai Allah SWT mencantumkan dalam al-Quran tentang ke”khusus”an
shalat Jumat dalam satu surat khusus dengan nama yang sama, yaitu Surat
Al-Jumu’ah (Jum’at). Allah SWT berfirman :
يا أيها الذين
امنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع ذلكم خير
لكم إن كنتم تعلمون، فإذا قضيت الصلوة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله
واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون الجمعة (آية 9(
”Hai orang-orang yang beriman, apabila
diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada
mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik
bagimu jika kamu mengetahui.” (QS:62:Al-Jumu’ah: 9).
