Selasa, 27 Februari 2024

Mencetak Generasi Qur'ani: Wisuda Santri TPQ Miftahus Salam Purun Kecil Diwarnai Ceramah Inspiratif Ust. Qomaruzzaman

Mempawah, (26/02) - Semarak Wisuda Al-Qur'an mewarnai Yayasan Pendidikan Islam TPQ Miftahus Salam Purun Kecil Mempawah pada Minggu (25/2/2024). Sebanyak 17 santriwan-santriwati dikukuhkan setelah menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan metode Iqro. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti khatmil Qur'an, hafalan Juz Amma, pembacaan ikrar santri, penampilan Pidato cilik, penampilan tari Samman, Prosesi wisuda pemindahan kuncir dipimpin oleh Bapak A. Rafik, SH, anggota DPRD Mempawah. setalah prosesi wisuda dilakukan proses sungkeman dan pemindahan mahkota dari peserta wisuda kepada orangtuanya. Selanjutnya diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Qomaruzzaman, SHI., MSI. seorang Dai Muda dari salah satu Asatidz Pondok Pesantren Darun Nasyiin.

Ustadz Hasani, S. Pd, Ketua Yayasan TPQ Miftahus Salam, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para wali santri dan tamu undangan atas dukungannya terhadap acara ini. Beliau juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Quran.

“Saya berharap agar para wali santri dan masyarakat dapat terus mendukung kemajuan TPQ Miftahus Salam. Saya juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan cerdas. Ujar Ustadz Hasani.

Ust. Qomaruzzaman, yang juga seorang dosen dan Sekprodi Hukum Tata Negara Fasya IAIN Pontianak, diawal ceramahnya menyampaikan kebanggaannya terhadap para wali murid, dan wisudawan khusunya Yayasan Islam TPQ Miftahus Salam dalam mencetak generasi Qur'ani. 

Ust. Qomaruzzaman memberikan Apresiasi terhadap metode pembelajaran Iqro yang telah diterapkan di TPQ Miftahus Salam, namun ia menekankan pentingnya pengembangan metode pengajaran yang lebih baik serta mengajak kepada para pengurus  dan guru TPQ untuk menjadi pendidik yang mengikuti teladan Nabi Muhammad Saw, yaitu mendidik tanpa perlu menghardik, mengajar tanpa perlu menghajar, dan mengopeni tanpa mengomeli.

Selain itu, Ust. Qomaruzzaman yang juga pengurus Persatuan Guru NU (Pergunu) Kubu Raya memberikan pesan kepada para wali santri. ia mengingatkan para wali santri agar selalu mendukung kemajuan TPQ, karena kewajiban mengajar Al-Qur’an pada anak seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua. Namun dikarenakan orang tua tidak sempat atau tidak mampu mengajar, maka kewajibannya diwakilkan pada lembaga. Oleh karena itu, dukungan dari para wali santri  dan masyarakat sangat penting untuk kemajuan lembaga. 

Ustadz juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan empat macam dukungan terhadap ilmu, yaitu jika mampu jadilah orang berilmu, orang yang menuntut ilmu, orang yang suka mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai majelis ilmu, dan janganlah menjadi orang yang sebaliknya karena akan celaka. Oleh karenanya jangan sampai kehilangan minat dukungan terhadap ilmu, karena hal tersebut dapat membuat seseorang celaka.

Ust. Qomaruzzaman juga menyampaikan pentingnya menciptakan generasi santri Qur'ani. Ia menjelaskan bahwa ada empat golongan anak dalam Al-Qur'an. Pertama, anak-anak merupakan ujian (fitnatun) bagi orang tua, seperti yang disebutkan dalam QS. Al Anfal 8:28. Kedua, anak-anak adalah perhiasan dunia (ziinatun hayat), namun amalan yang kekal dan saleh lebih baik, seperti yang disebutkan dalam QS. Al Kahfi 18:46. Ketiga, anak-anak adalah penyejuk hati (qurrota a'yuni), seperti yang disebutkan dalam QS. Al Furqan 25:74. Keempat, anak-anak bisa menjadi musuh ('aduwwun)  bagi orang tua, sebagaimana disebutkan dalam QS. At Taghabun 64:14.

Lebih lanjut, Ust. Qomaruzzaman menjelaskan bahwa ketika anak sudah mampu membaca Al-Qur'an Yasin Tahlil, orang tua yang telah meninggal akan bahagia karena anak akan selalu mendoakan mereka. Mereka akan selalu mendoakan kedua orangtuanya, bahkan roh orang yang meninggal setiap malam akan datang ke rumah keluarganya. Ustadz juga juga mengutip sebuah hadits yang artinya

Bahwa arwah orang-orang mukmin datang pada tiap malam ke langit dunia, dan berhenti di jurusan rumah-rumahnya dan berseru-seru dengan suara yang mengharukan seribu kali “wahai keluargaku, sanak-saudara, dan anak-anakku, wahai kau yang mendiami rumah-rumahku, memakai pakaianku dan membagi-bagi hartaku. Apakah ada diantara kalian yang mengingat dan memikirkanku dalam pengasinganku ini dan aku berada dalam tahanan yang cukup lama dalam benteng yang kuat. Kasihanilah kami, maka Allah akan mengasihanimu. Janganlah kamu semua bakhil kepadaku sebelum kamu (berposisi) sepertiku.Wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya apa yang kau miliki sekarang dulu juga (pernah) ku miliki, hanya saja dulu aku tidak membelanjakannya di jalan Allah, dimana pemeriksaannya dan bahayanya menimpaku sedang kegunaannya bermanfaat kepada orang lain”. Jika kamu (sanak, saudara dll) tidak memperhatikannya (arwah), maka mereka (arwah-arwah itu) tidak mendapatkan oleh-oleh sesuatupun dan mereka hanya akan mendapatkan penyesalan dan kerugian. Ada pula hadits Rasulullah saw.beliau bersabda ”mayit itu di dalam kuburnya seperti orang hanyut yang meminta-minta tolong, mereka menungu-nunggu do’a dari anaknya, saudaranya atau teman-temannya. Makajika do’a itu sampai kepadanya nilainya jauh kebih baik dibandingkan dunia seisinya. Demikianlah keterangan tentang kondisi arwah yang selalu menjenguk rumah dan keluarganya di setiap malam hari.

Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa bahagialah ruh orang tua yang memiliki anak bisa mengaji dan doa, karena ia akan selalu mengingat dan mendokan roh keluarga khususnya orang tua mereka yang sudah wafat.

Diakhir ceramahnya, Ustadz Qomaruzzaman yang juga seorang advokad ini berpesan kepada semua hadirin tentang pentingnya semangat dan dukungan dari orang tua dalam memondokkan anak demi terciptanya generasi santri. Karena ketika anak-anak tumbuh dewasa nanti, misal dia menjadi Sarjana, maka dia akan menjadi sarjana Santri, jadi pengusaha, akan jadi pengusaha yang Santri, jadi Pejabat ia akan jadi pejabat yang santri. Mereka akan tetap menjaga nilai-nilai agama kesantrian dalam setiap nafas kehidupannya.

Acara wisuda tahfidz Al-Qur'an di Yayasan Pendidikan Islam TPQ Miftahus Salam berjalan dengan sukses dan memberikan motivasi kepada wali murid dan wisudawan. Semoga generasi Qur'ani yang diwisuda hari ini dapat menjadi panutan dalam kehidupan mereka dan mampu mengamalkan Al-Qur'an dalam setiap langkah mereka.

###QZ






0 komentar:

 
Copyright 2010 "Banyak Baca Jadi Tau, Jarang Baca Kurang Tau, Tidak Baca Jadi Sok Tau". All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Blogger Templates - PlayStation Vita - Studio Rekaman - Software Rekaman