Pontianak - Pada Rabu malam, tanggal 7 Februari 2024, Ust. Qomaruzzaman, SHI., MSI, BSS, BAA terpilih sebagai pemenang nominasi Dosen Terhumble dalam acara "Fakultas Syariah Collaboration Festival (Fasya Confest) Ormawa Fakultas Syariah IAIN Pontianak." Penganugerahan tersebut dilakukan di Aula Abdur Rani Mahmud Alyamani IAIN Pontianak.
Pemilihan pemenang nominasi dilakukan setelah panitia melakukan polling kepada seluruh mahasiswa Fasya. Dalam malam penganugerahan, ketua panitia Baihaqi Isnaeni menyampaikan tiga nominasi dosen dengan kategori yang berbeda. Prof. Mohammad Hasan meraih kategori Dosen Disiplin, Bu Nur Hakimah meraih kategori Dosen Favorit, dan Ust. Qomaruzzaman meraih kategori Dosen Terhumble. Nama-nama tersebut dipilih berdasarkan hasil polling dari mahasiswa Fasya di berbagai tingkatan.
Dalam kesempatan itu, Qomaruzzaman mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat panitia (Dema, Sema, HMPS) yang telah memilihnya sebagai Dosen Terhumble yang rendah hati dan peduli terhadap mahasiswa.
"Saya menjadi guru di Madrasah sudah 21 tahun (sejak tahun 2003), dan menjadi dosen sudah 12 tahun (sejak 2012 hingga sekarang) pernah mengajar di 6 kampus yang berbeda, mulai dari Dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, asisten dosen di UII Yogyakarta selama 1 semester, UM Purworejo, UM Pontianak, IAIN Pontianak, dan STAI Mempawah, dan telah banyak saya menggunakan metode mengajar yang berbeda-beda mulai dari killer, sok jaim, pelit nilai, emosian dan sebagainnya. Sampai akhirnya dapat wejangan dari seorang guru bahwa 'Mendidik tidak harus menghardik, Mengajar tidak harus menghajar, Mencontohkan bukan menjatuhkan. Mengayomi (mengopeni) bukan mengomeli. Merangkul bukan memukul. Membina bukan menghina apalagi Membinasakan" ujar Qomaruzzaman.
Qomaruzzaman juga mengutip nasihat KH. Maimun Zubair yang disampaikan oleh Gus Baha bahwa "mengajar seharusnya menyenangkan dan tidak menakutkan bagi peserta didik. Guru harus menciptakan suasana belajar yang santai, di mana anak-anak merasa bahagia dan mendapatkan pahala dari proses belajar. Menurutnya, tidak semua peserta didik harus pintar. Jika 10 persen saja dari mereka paham, itu sudah merupakan suatu keberhasilan. Karena Belajar itu proses, dan yang dibutuhkan pendampingan atau pengarahan belajar yang benar, bukan memaksa semua sekelas menjadinointar. Karena bisa jadi anak didik kita mendatang lebih sukses dari kita, maka bangunlah chemistry sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan bernilai pahala
Dengan penghargaan ini, Qomaruzzaman menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan berfokus pada kebahagiaan dan perkembangan peserta didik. (QZ)

0 komentar:
Posting Komentar