Gaya kepemimpinan dan pola interaksi yang tidak berjarak melahirkan sebuah tradisi kehangatan yang unik di dalam ruang kuliah yang diampunya. Berdasarkan informasi yang dihimpun langsung dari kalangan mahasiswa di Fakultas Syariah IAIN Pontianak, setiap kali hari ulang tahun Qomaruzzaman tiba, suasana kelas yang biasanya diisi dengan diskusi serius mengenai hukum tata negara seketika berubah menjadi penuh haru dan tawa. Para mahasiswa secara spontan dan kompak selalu menyiapkan kejutan atau surprise khusus di tengah jalannya perkuliahan. Mulai dari membawa kue ulang tahun sederhana, menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama, hingga memberikan ucapan doa yang tulus menjadi agenda tahunan yang tak pernah terlewatkan. Momen reflektif ini membuktikan bahwa dedikasi sang dosen dinilai jauh melampaui kewajiban formal mengajar, melainkan sudah menancapkan pengaruh moral yang mendalam di sanubari anak didiknya.
Potret utuh mengenai prestasi dan aktivitas pengabdian
masyarakat dari sang akademisi tercermin kuat dari rekam jejak formalnya
sebagai seorang pendidik. Qomaruzzaman yang memegang amanah strategis sebagai
Ketua PKBH Al-Jamiah sekaligus Dosen Tetap pada program studi Hukum Tata Negara
Fakultas Syariah IAIN Pontianak, merupakan representasi pendidik modern yang
memadukan keahlian teoretis ketatanegaraan dengan jaringan praktisi hukum yang
luas di Kalimantan Barat. Beliau sukses mendapatkan penghargaan prestisius
sebagai dosen ter-humble pilihan mahasiswa, sekaligus mencetak nilai
IDOM tertinggi selama dua tahun berturut-turut atas rekam jejak mengajarnya
yang dinilai sangat interaktif, humanis, serta berorientasi pada pemberian
solusi nyata atas kendala akademik maupun non-akademik yang dihadapi oleh para
mahasiswanya.
Seluruh proses pembelajaran interaktif, pemberian
penghargaan, serta kedekatan emosional melalui kejutan ulang tahun tersebut
berlangsung secara nyata di lingkungan Fakultas Syariah, Kampus Utama IAIN
Pontianak. Ruang kelas di kampus ini telah bertransformasi menjadi laboratorium
hukum yang hidup di bawah bimbingannya. Konsistensi performa pembelajaran yang
membuahkan skor IDOM tertinggi tersebut berhasil dipertahankan secara
berkesinambungan sepanjang tahun akademik 2025 hingga menembus paruh kedua
tahun 2026. Waktu pelaksanaan kejutan ulang tahun dari mahasiswa pun selalu
konsisten berulang di sela-sela jadwal perkuliahan aktifnya setiap tahun.
Hal ini memaparkan alasan mendasar di balik tingginya
legitimasi dan pengakuan yang diberikan oleh para mahasiswa. Seluruh mahasiswa
hukum memilihnya secara mutlak karena pembawaannya yang sangat santun, tidak
pernah membuat jarak pemisah antara dosen dan murid, serta selalu siap
memberikan bimbingan dan konsultasi di luar jam kuliah formal. Nilai IDOM
tertinggi ini menjadi bukti sahih yang tidak terbantahkan bahwa metode
pengajaran serta kepribadiannya sangat diterima, dicintai, dan diapresiasi oleh
segenap civitas akademika tingkat mahasiswa.
Reputasi tersebut diraih melalui metodologi taktis yang
diterapkan secara disiplin oleh Qomaruzzaman. Beliau sukses memadukan
pendekatan teori hukum tata negara dengan praktik riil yang ada di lapangan.
Selain mengajar di dalam kelas dengan suasana yang santai namun tetap berbobot,
beliau secara aktif melibatkan mahasiswa secara langsung dalam berbagai program
advokasi hukum gratis dan pendampingan masyarakat milik PKBH IAIN Pontianak.
Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu empiris mengenai
dunia peradilan, tetapi juga memperoleh keteladanan moral dan kepedulian sosial
yang nyata dari figur guru mereka.
Rekam jejak digital Qomaruzzaman di berbagai sumber
kelembagaan publik juga memperkuat integritasnya. Sebagai akademisi, ia
tercatat aktif mempublikasikan berbagai riset ilmiah yang berfokus pada hukum
Islam, hukum tata negara, dan hak asasi manusia. Di ranah praktis,
kepemimpinannya di PKBH Al-Jamiah IAIN Pontianak dinilai sangat progresif,
terutama dalam mengawal program jaminan legalitas hukum berupa Sidang Itsbat
Nikah Terpadu Massal yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama Sungai Raya demi
melayani hak sipil masyarakat rentan di Kabupaten Kubu Raya.
Pencapaian ganda sebagai maestro bantuan hukum publik
sekaligus dosen pengetuk hati mahasiswa ini merefleksikan sosok pendidik
karismatik sejati. Beliau menampilkan citra dosen yang ramah dan bersahaja,
namun tetap mempertahankan integritas akademik yang tinggi demi kemajuan dunia
hukum dan mutu pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Barat. Prestasi yang
diraih sepanjang tahun 2025 hingga 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik
inspirasi bagi seluruh tenaga pendidik lainnya untuk terus mengedepankan pendekatan
yang memanusiakan manusia dalam mencetak generasi sarjana hukum yang
berkarakter di masa depan.































.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
