Sabtu, 03 Februari 2024

Kader PMII Pontianak Dibekali Strategi Pengembangan Berbasis Potensi Akademik dan Orientasi Profesi Sekaligus Teori Gerakan Sosial

 

Kubu Raya, 3 Februari 2024 - Sebanyak 40 peserta dari beberapa Kampus di Pontianak mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bustanul Mubtadi'ien Kuala Dua Kubu Raya pada Jumat (2/2).

Salah satu pemateri dalam PKD ini adalah Qomaruzzaman, Wakil Ketua IKA PMII Kubu Raya, Sekretaris Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah IAIN Pontianak, Anggota Persatuan Guru NU (PERGUNU) Kubu Raya dan Mantan Ketua BEM Jurusan Hukum Pidana dan Politik (Jinayah Siyasah) FSH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Qomaruzzaman menyampaikan materi tentang "Strategi Pengembangan PMII Berbasis Potensi Akademik dan Orientasi Profesi". Ia menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan untuk menjadikan kader PMII unggul dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

"Strategi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu kaderisasi berbasis potensi akademik dan orientasi profesi," jelas Qomaruzzaman.

Dalam kaderisasi berbasis potensi akademik, PMII dapat meningkatkan wawasan akademik kadernya dengan mengadakan bedah buku, seminar, diskusi, dan penelitian. Sedangkan dalam orientasi profesi, PMII dapat memberikan informasi dan pembinaan kepada kadernya mengenai berbagai profesi yang relevan.

"PMII juga dapat bekerja sama dengan perusahaan atau lembaga profesi untuk memberikan kesempatan magang atau kerja praktik kepada kadernya," imbuh Qomaruzzaman.

Selain materi tentang "Strategi Pengembangan PMII Berbasis Potensi Akademik dan Orientasi Profesi", Qomaruzzaman, Wakil Ketua IKA PMII Kubu Raya, juga memberikan materi tambahan wawasan tentang Teori Gerakan Sosial kepada para peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Komsariat IAIN Pontianak Cabang Kota Pontianak. Teori yang ia sampaikan diantaranya Teori Identitas Politik, Teori Cultural Framing (pembingkaian/Pencitraan) Teori Political Opportunity (peluang/Kesempatan. Politik) dan Teori  Social Mobilization (Teori Mobilisasi massa atau teori Mobilasasi Sosial)".

 Qomaruzzaman menjelaskan bahwa materi ini penting bagi kader PMII untuk memahami bagaimana gerakan sosial bekerja dan bagaimana PMII dapat berkontribusi dalam gerakan sosial yang positif dan konstruktif.

 "Memahami teori gerakan sosial dapat membantu kader PMII untuk menjadi agen perubahan yang lebih efektif," jelas Qomaruzzaman.

 Wardatun Nabila (STBA Ptk), panitia PKD PMII, menyambut baik materi yang disampaikan oleh Qomaruzzaman. Ia mengatakan bahwa materi ini sangat penting bagi kader PMII untuk mengembangkan potensi mereka dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.

 "Materi ini sangat bermanfaat bagi kami, kader PMII, untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja," ujar Wardatun Nabila.

Baihowi, (HKI Fasya IAIN Ptk) yang panitia PKD PMII juga menyambut baik materi yang disampaikan oleh Qomaruzzaman. Ia mengatakan bahwa materi ini sangat penting bagi kader PMII untuk memahami bagaimana PMII dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa. 

"Materi ini sangat bermanfaat bagi kami, kader PMII, untuk mengetahui bagaimana cara PMII dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui gerakan sosial yang positif dan konstruktif," ujar Baidhowi.

Salah satu peserta PKD, Mabruroh, juga memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan oleh Qomaruzzaman. Ia mengatakan bahwa materi ini memberikannya wawasan baru tentang strategi pengembangan PMII.

"Materi ini memberikan saya wawasan baru tentang bagaimana cara mengembangkan PMII agar menjadi organisasi yang lebih baik lagi, Tak hanya itu, materi ini juga memberikan saya wawasan baru tentang bagaimana PMII dapat menjadi agen perubahan yang positif dan konstruktif dalam masyarakat," kata Mabruroh.

 PKD PMII ini merupakan salah satu upaya PMII untuk mencetak kader-kader yang unggul dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan pembekalan materi tentang strategi pengembangan berbasis potensi akademik dan orientasi profesi, diharapkan kader PMII dapat menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia, dan professional. Dengan dibekali materi tentang Teori Gerakan Sosial juga diharapkan dapat membantu kader PMII untuk menjadi agen perubahan yang lebih efektif dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui gerakan sosial yang positif dan konstruktif.

###

Narahubung:

·         Wardatun Nabila (Panitia PKD PMII)

·         Baidhowi

·         Qomaruzzaman (Pemateri) Gabung Link Youtube

0 komentar:

 
Copyright 2010 "Banyak Baca Jadi Tau, Jarang Baca Kurang Tau, Tidak Baca Jadi Sok Tau". All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Blogger Templates - PlayStation Vita - Studio Rekaman - Software Rekaman