Sabtu, 10 Oktober 2026

Sinergi Kinerja dan Spiritual: Kemenag Kubu Raya Dorong Akselerasi SKP dan Penguatan Pelayanan Umat dalam Pertemuan Pokjaluh


KUBU RAYA — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan rutin bulanan di Kampung Pematang Rambai Hulu, Samping PT. PUNDI/MUB, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (8/10/2026). Forum strategis yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kubu Raya, Dr. Ikhsan, dan Kasi Bimas Islam ini difokuskan untuk memacu percepatan pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) atau e-Kinerja, pemetaan agenda monitoring dan evaluasi (monev), sekaligus memperkokoh komitmen pelayanan keagamaan yang inklusif serta menyentuh langsung akar rumput di tengah masyarakat.

Pertemuan penting ini mengambil tempat di kediaman dosen IAIN Pontianak, Ustadz Qomaruzzaman, S.H.I., M.S.I., dan Yuli Setianingsih, S.Sos.I. selaku Penyuluh Agama KUA Kuala Mandor B dan anggota Pokjaluh. Meski tidak dapat hadir secara langsung di lokasi karena komitmen kedinasan lain, Ustadz Qomaruzzaman selaku tuan rumah laki-laki menyampaikan pesan tertulis yang sarat akan kehangatan dan apresiasi mendalam kepada seluruh sejawat penyuluh yang memadati kediamannya. Beliau menekankan bahwa ruang perjumpaan seperti ini merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menyatukan derap langkah pengabdian di bawah naungan Pokjaluh Kabupaten Kubu Raya.
“Saya sangat berterima kasih atas keluangan waktu bapak dan ibu yang hadir dalam pertemuan ini, semoga pertemuan tersebut menambah tali persaudaraan, kekompakan, kebersamaan, dan satu visi dalam pengabdian dengan wilayah Pokjaluh. Namun, saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudaraku yang telah hadir, karena saya selaku tuan rumah laki-laki tidak dapat membersamai secara fisik hari ini karena saya sedang mengemban tugas penelitian di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah,” ungkap Ustadz Qomaruzzaman dalam keterangan tertulisnya yang dibacakan di hadapan forum.
Senada dengan hal tersebut, Yuli Setianingsih, S.Sos.I., selaku tuan rumah perempuan yang menyambut langsung kehadiran para peserta, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas antusiasme rekan-rekan penyuluh yang tetap istiqomah meluangkan waktu demi menghadiri agenda bulanan ini. Pertemuan rutin tersebut diakuinya bukan sekadar formalitas kedinasan atau pemenuhan kewajiban organisasi, melainkan sebuah wadah krusial yang berfungsi sebagai penguat tali silaturahmi, ruang bertukar pikiran, serta menjaga api semangat kebersamaan agar terus menyala di tengah tantangan tugas penyuluhan yang semakin dinamis di lapangan.
Apresiasi terhadap dedikasi para penyuluh juga datang dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Ambawang, Ustadz Rasuki, yang memberikan penekanan khusus pada kontribusi nyata para penyuluh di wilayah binaan Kuala Mandor B dan Kuala Mandor A (KMB/KMA). Ustadz Rasuki memuji keaktifan dan komitmen para penyuluh yang dinilainya telah menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan sangat baik, konsisten hadir di tengah umat, serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam merawat moralitas dan spiritualitas warga di tingkat kecamatan.
Dalam sesi koordinasi internal yang dipimpin langsung oleh Ketua Pokjaluh Kabupaten Kubu Raya, Ustadz Sanudin, S.Sos.I., fokus pembicaraan mulai diarahkan pada tata kelola administrasi dan keberlanjutan program kerja yang sedang berjalan. Ustadz Sanudin mengingatkan seluruh anggota Pokjaluh untuk menjaga konsistensi kehadiran fisik dalam setiap forum bulanan karena dari sinilah barokah dan kekuatan kolektif organisasi dibangun. Di samping itu, ia menginstruksikan para penyuluh untuk menyisir kembali program-program kerja yang belum sempat terealisasikan pada periode sebelumnya agar segera dicarikan solusi taktis demi kelanjutan implementasi di lapangan.
Ustadz Sanudin juga memberikan penekanan yang sangat tegas mengenai pentingnya aspek administrasi digital modern, khususnya yang berkaitan dengan kewajiban unggah dokumen e-Kinerja dan SKP bagi setiap aparatur. Hal ini dinilai mendesak demi mendukung kelancaran agenda monitoring dan evaluasi yang akan dilaksanakan oleh jajaran Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kubu Raya. Ketua Pokjaluh meminta agar para penyuluh bersikap proaktif untuk segera menyusun dan mendaftarkan list jadwal monev di wilayah binaan masing-masing guna memastikan seluruh proses evaluasi berjalan terstruktur dan tepat sasaran.
Pernyataan Ketua Pokjaluh tersebut diperkuat oleh arahan kebijakan yang disampaikan secara terperinci oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Kubu Raya, H. Abu Bakar, S.Ag.. Kasi Bimas Islam menegaskan bahwa batas akhir pengisian dan penutupan sistem SKP jatuh pada tanggal 10 Oktober 2026. Mengingat waktu yang tersisa hanya tinggal hitungan hari, seluruh penyuluh diminta menghentikan penundaan dan segera merampungkan pengisian instrumen tersebut. Dokumen e-Kinerja ini, menurutnya, bukan sekadar pelengkap berkas administratif, melainkan indikator penilaian kinerja yang sangat krusial sekaligus basis data utama evaluasi performa kerja bawahan.
Lebih lanjut, Kasi Bimas Islam memaparkan bahwa tupoksi utama dari Bimas Islam adalah melakukan pengawasan dan monitoring di seluruh wilayah binaan Penyuluh Agama Islam secara berkala. Kegiatan monev ini dirancang dengan pendekatan persuasif melalui kunjungan silaturahmi langsung ke lapangan, di mana petugas akan mengisi blangko evaluasi resmi yang telah disiapkan untuk mengukur efektivitas pembinaan keagamaan. Sebagai bentuk motivasi, Kasi Bimas Islam mengumumkan pemberian reward khusus bagi para penyuluh yang disiplin menghadiri pertemuan Pokjaluh hari ini, seraya menegaskan bahwa bagi yang berhalangan hadir diwajibkan untuk mengajukan izin resmi terlebih dahulu. Pihaknya juga menegaskan bahwa Kepala KUA bertindak sebagai pimpinan langsung para penyuluh di tingkat kecamatan, sehingga segala urusan penandatanganan laporan berkala dapat dilakukan dengan menemui Kepala KUA secara langsung, baik di kantor maupun saat rapat koordinasi penyuluh berlangsung.
Selain penataan internal, Kasi Bimas Islam juga menunjukkan sikap terbuka terhadap potensi kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk sektor perbankan atau lembaga keuangan syariah yang ingin melakukan sosialisasi program dalam forum Pokjaluh. Kebijakan ini diperbolehkan dengan catatan interaksi tersebut harus mampu memberikan keuntungan bersama, menambah wawasan finansial para penyuluh, serta mendukung kesejahteraan atau kemudahan akses layanan bagi ekosistem kerja Kementerian Agama di Kubu Raya.
Puncak dari pertemuan rutin ini ditutup dengan pembinaan spiritual dan penguatan mental mendalam yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kubu Raya, Dr. Ikhsan. Dalam arahannya, Dr. Ikhsan memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas keaktifan Kasi Bimas Islam, pengurus Pokjaluh, serta seluruh penyuluh agama Islam yang secara istiqomah mempertahankan tradisi pertemuan bulanan ini. Ia berharap konsistensi ini dapat dipertahankan demi menghasilkan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Kubu Raya.
Dr. Ikhsan meminta agar seluruh penyuluh menyelaraskan langkah, bersinergi penuh, dan mendukung total program-program yang ada di KUA. Baginya, penyuluh agama dan KUA adalah dua elemen yang tidak boleh terpisahkan dan wajib berjalan seiring sejalan demi memberikan pelayanan terbaik kepada ummat. Untuk memastikan kualitas pelayanan tersebut tetap terjaga, ia mendorong Kasi Bimas Islam untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan, membimbing, serta mendampingi para penyuluh dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan yang semakin kompleks.
Guna memberikan landasan teologis yang kuat bagi profesi penyuluh, Dr. Ikhsan mengutip ayat suci Al-Qur'an yang memerintahkan orang-orang beriman agar masuk ke dalam agama Islam secara kaffah (menyeluruh dan menyeluruh) serta melarang keras untuk mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Beliau juga menyitir sebuah hadist nabi yang menyatakan bahwa setiap anak Adam pasti disentuh oleh syetan pada hari ibunya melahirkan mereka, kecuali Maryam dan putranya, Isa alaihissalam. Kutipan teologis ini dihadirkan sebagai sarana motivasi mendalam sekaligus ajakan untuk melakukan muhasabah diri (introspeksi) secara kolektif mengenai alasan mengapa manusia sering kali tergelincir melakukan hal-hal yang tidak baik.
Menutup pembinaannya, Dr. Ikhsan berpesan agar para penyuluh agama tidak boleh menunjukkan keraguan sedikit pun dalam mengemban tugas mulia di tengah masyarakat. Penyuluh harus memiliki keteguhan pendirian yang kokoh, integritas yang tinggi, serta kedewasaan sikap untuk selalu mengambil setiap nasihat baik dari mana pun datangnya sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki diri. Pertemuan Pokjaluh ini kemudian ditutup secara resmi, dengan dokumentasi jalannya persidangan dan notulensi yang dicatat secara cermat oleh Bustami, S.Pd.I., selaku notulen resmi pertemuan.















0 komentar:

 
Copyright 2010 "Banyak Baca Jadi Tau, Jarang Baca Kurang Tau, Tidak Baca Jadi Sok Tau". All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Blogger Templates - PlayStation Vita - Studio Rekaman - Software Rekaman