*Bengkayang (10/04/26)* – Sebanyak delapan mahasiswa peserta Praktik Kerja Pengabdian Kemahiran Hukum dan Peradilan (PKPKHP) Fakultas Syariah IAIN Pontianak Tahun 2026 resmi memulai langkah profesional mereka dengan terjun langsung ke jantung pelayanan publik di Pengadilan Agama (PA) Bengkayang. Terhitung sejak Rabu, 8 April 2026 hingga Jumat, 10 April 2026, para calon sarjana hukum ini menjalani minggu pertama magang dengan intensitas tinggi, menyebar ke berbagai unit kerja untuk memahami mekanisme hukum acara dan administrasi peradilan secara riil sesuai jam kerja kantor yang berlaku.
Penempatan para mahasiswa ini
dibagi ke dalam dua lini utama organisasi peradilan, yakni bagian
Kesekretariatan dan Kepaniteraan. Langkah strategis ini diambil guna memastikan
setiap peserta mendapatkan paparan komprehensif mengenai tata kelola lembaga yudisial.
Di bagian Kesekretariatan, mahasiswa berperan sebagai penggerak administrasi
yang mengelola sumber daya manusia, keuangan, dan aset, sementara di bagian
Kepaniteraan, mereka bersentuhan langsung dengan inti pelayanan perkara, mulai
dari proses pendaftaran hingga lahirnya produk hukum berupa putusan.
Ilham Dwi Ardika Putra, salah
satu peserta yang ditempatkan di unit Kesekretariatan, nampak antusias saat
bergelut dengan berbagai surat dinas. Ia tidak hanya ditugaskan menyusun
korespondensi, tetapi juga belajar mengoperasikan perangkat lunak Excel untuk
mendukung efisiensi perkantoran. Hal senada dilakukan oleh Egha Rizki Djulya
Pratiwi yang juga menempati pos Kesekretariatan. Egha secara spesifik mengasah
kemahiran administrasinya melalui pembuatan surat-menyurat resmi serta
pengolahan data-data penting menggunakan Excel demi memastikan kearsipan yang
baku dan sistematis.
Masih di unit yang sama, Gilang
Ramadhan memfokuskan kinerjanya pada rekapitulasi surat-surat masuk dan keluar
serta membantu pengurusan dokumen akuntansi. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa
memahami bagaimana anggaran negara di lembaga peradilan dikelola secara
transparan dan akuntabel. Begitu pula dengan Renaldo Ridan yang bahu-membahu
bersama tim Kesekretariatan lainnya dalam mengerjakan rekapitulasi surat serta
mendalami seluk-beluk dokumen akuntansi yudisial, sebuah aspek penting yang
jarang didapatkan dalam literatur teori di bangku perkuliahan.
Bergeser ke unit Kepaniteraan,
dinamika kerja terlihat lebih menekankan pada prosedur hukum acara dan
standarisasi layanan publik. Siti Muawiyah dilaporkan tengah serius mengerjakan
penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) PA Bengkayang. Selain itu, ia
juga mendapatkan kesempatan berharga mengikuti bimbingan teknis (bimtek)
melalui media center secara daring. Langkah ini krusial agar mahasiswa memahami
standar mutu pelayanan yang harus mengedepankan asas cepat, sederhana, dan
biaya ringan.
Di sisi lain, Hasan Basri yang
juga ditempatkan di Kepaniteraan, menunjukkan dedikasinya dengan mengikuti zoom
bimtek di media center serta melakukan proses penyuntingan file SOP PA
Bengkayang. Aktivitas serupa dilakukan oleh Muhammad Maulana Ishak yang fokus
pada pengerjaan SOP dan pemutakhiran ilmu melalui sarana digital media center.
Keterlibatan mereka dalam media center ini menegaskan bahwa peradilan modern
saat ini telah berbasis teknologi informasi, seperti penerapan E-Court dan E-Litigasi.
Naswa Dalila Rasehda, peserta
lainnya di bagian Kepaniteraan, mendapatkan pendalaman materi yang sangat
spesifik. Selain mengerjakan file SOP, Naswa mengikuti zoom bimtek mengenai
implementasi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 4 Tahun 2025.
Keikutsertaannya dalam sesi ini bertujuan agar mahasiswa memiliki wawasan hukum
terkini yang mungkin belum tercantum dalam buku teks lama, sehingga mereka
tetap relevan dengan regulasi terbaru yang berlaku di lingkungan peradilan
agama.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),
Bapak Qomaruzzaman, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap pola
penempatan dan beban kerja yang diberikan oleh pihak Pengadilan Agama
Bengkayang kepada para mahasiswanya. Menurutnya, pengalaman praktis ini adalah
jembatan emas untuk membentuk mentalitas profesional para calon praktisi hukum
masa depan.
"Kami sangat berterima kasih
kepada Pengadilan Agama Bengkayang atas sambutan dan bimbingan yang luar biasa.
Penempatan mahasiswa di pos-pos strategis seperti Kesekretariatan dan
Kepaniteraan ini memungkinkan mereka tidak hanya tahu apa itu hukum secara
tekstual, tetapi juga memahami bagaimana hukum dijalankan secara administratif
dan prosedural. Ini adalah bekal berharga agar mereka memiliki etos kerja yang
disiplin dan adaptif terhadap teknologi peradilan modern," ujar Bapak
Qomaruzzaman dalam keterangannya.
Kegiatan PKPKHP ini diharapkan
dapat terus mencetak lulusan IAIN Pontianak yang memiliki kemahiran tinggi
dalam literasi digital, pemahaman akuntansi yudisial, serta penguasaan hukum
acara yang mumpuni. Melalui terjun langsung ke lapangan, para mahasiswa ini
kini tengah bertransformasi dari sekadar pelajar teori menjadi individu yang
siap menghadapi tantangan di dunia peradilan yang sesungguhnya.
Editor: Q. Zaman











